Koeman, Laudrup, dan Ayew memiliki satu kesamaan. Nama-nama besar ini pernah melihat dua bersaudara bermain dalam satu edisi Piala Dunia. Menurut catatan sejarah, Piala Dunia 2026 akan memecahkan rekor baru. Kompetisi tahun ini menyambut tujuh pasang kakak beradik sekaligus.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Bagi sebagian pemain, momen ini adalah kesempatan berbagi mimpi di bawah bendera yang sama. Bagi yang lain, ini adalah pembuktian di kubu yang berbeda. Mereka bahkan berpeluang saling berhadapan di fase gugur.
Kisah pilu menimpa Timber bersaudara. Jurrien Timber dari Arsenal dan Quinten Timber dari OM awalnya dipanggil oleh pelatih Ronald Koeman untuk membela Belanda. Namun, cedera kambuhan memaksa Jurrien Timber mundur. Quinten Timber kini harus berjuang sendirian di debut Piala Dunia miliknya.
Bagi Lucas Hernandez dari PSG dan Theo Hernandez dari Al-Hilal, ini bukan turnamen bersama yang pertama. Berdasarkan rekam jejak, keduanya masuk skuad Prancis pada Piala Dunia 2022. Saat itu, mimpi mereka berubah menjadi mimpi buruk setelah Lucas mengalami cedera lutut parah pada laga pembuka.
Tahun ini situasi mereka berbeda. Lucas datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih gelar juara Eropa bersama PSG. Sementara itu, Theo kini bermain di Arab Saudi. Meski berkompetisi di liga yang kurang fisik, Theo merupakan pemain inti di klub dan berpotensi mengisi posisi bek kiri utama Prancis.
Sejarah baru juga tercipta untuk negara debutan. Deroy Duarte dan Laros Duarte akan berpartisipasi dalam Piala Dunia pertama sepanjang sejarah Tanjung Verde. Lahir di Rotterdam, Belanda, kakak beradik ini memilih untuk membela tanah leluhur mereka.
Hal serupa terjadi pada tim nasional Curacao. Sukses lolos ke Piala Dunia adalah keajaiban bagi masyarakat mereka. Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna siap mengukir sejarah. Dua bersaudara kelahiran Groningen ini berada di grup berat bersama Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading.
Fenomena unik juga muncul dari pasangan saudara yang membela negara berbeda. Brian Brobbey dan Derrick Luckassen memiliki ibu yang sama tetapi berbeda ayah. Brobbey memilih bermain untuk Belanda, sedangkan sang kakak, Luckassen, berseragam Ghana.
Nama Desire Doue dan Guela Doue sudah tidak asing di Prancis. Desire baru saja memenangkan Liga Champions bersama PSG, sedangkan Guela bersinar bersama Strasbourg. Di level internasional, Desire memilih Prancis dan Guela membela Pantai Gading. Kedua negara bisa bertemu di babak 16 besar.
Di Spanyol, Inaki Williams dan Nico Williams bermain untuk klub yang sama, Athletic Bilbao. Namun, cerita mereka berbeda di tingkat internasional. Nico menjadi bintang Spanyol saat menjuarai Euro 2024. Sang kakak, Inaki, memilih untuk memperkuat Ghana setelah sempat bermain di laga persahabatan bersama Spanyol.
Terakhir, ada Harry Souttar dan John Souttar yang sama-sama berposisi sebagai bek tengah. Lahir di Aberdeen, John memilih membela Skotlandia. Adiknya, Harry, memilih jersi Australia. Australia berada di Grup D, sementara Skotlandia di Grup C. Pertemuan keluarga seperti Boateng bersaudara pada edisi terdahulu sangat mungkin terulang kembali.