Allez Paris Allez Paris
/home / liga / Bantai Leverkusen 7-2, Luis Enrique...
LIGA

Bantai Leverkusen 7-2, Luis Enrique Bangga Performa PSG

Pelatih PSG Luis Enrique merayakan kemenangan telak timnya atas Bayer Leverkusen di Jerman

Pelatih PSG Luis Enrique merayakan kemenangan telak timnya atas Bayer Leverkusen di Jerman

Performa PSG di Liga Champions sejak awal tahun 2025 membuat banyak orang melupakan masa lalu. Dahulu, tim ini mudah goyah saat menghadapi tekanan kecil. Mereka kerap terjebak dalam kecemasan dan nasib buruk di panggung tertinggi. Namun, masa-masa sulit itu kini sudah berlalu.

Sejak fase gugur musim lalu yang berakhir dengan kemenangan atas Inter Milan, tim Paris ini tampil dengan kepercayaan diri penuh. Mereka mampu keluar dari situasi sulit apa pun. Hal itu terbukti lagi pada Selasa malam di markas Bayer Leverkusen. Meski sempat terkejar dan harus bermain dengan sepuluh orang, PSG tidak panik. Mereka justru mencetak tiga gol dalam lima menit sebelum turun minum. Festival gol berlanjut pada babak kedua hingga laga berakhir dengan skor 2-7.

Menurut pernyataan Luis Enrique, kemenangan pertama pada musim lalu telah mengubah mentalitas tim. "Saya pikir ini adalah hal positif ketika Anda menang untuk pertama kalinya. Sebelum menang, Anda tidak tahu bahwa Anda bisa menang. Hari ini, semua orang di Paris tahu bahwa kami bisa menang, semua pemain tahu itu. Sangat indah melihat tim menikmati permainan, sebuah kebanggaan melihat mereka bermain seperti itu," ujar Luis Enrique.

Pelatih asal Spanyol tersebut juga menyambut kembalinya sejumlah pemain dari cedera. Désiré Doué dan Ousmane Dembélé langsung mencetak gol dalam laga debut pasca-cedera mereka. Sementara itu, Nuno Mendes terus menunjukkan level permainan kelas atas dan Vitinha mendominasi lini tengah sepenuhnya.

Berdasarkan statistik pertandingan, Vitinha mencatatkan 135 sentuhan, 126 umpan akurat, dan 7 umpan panjang akurat. Ia juga menyumbang satu gol dan satu assist. Penampilan impresif tersebut menjadikannya pemain terbaik dalam pertandingan melawan Bayer Leverkusen.

Luis Enrique memberikan pujian khusus untuk gelandang asal Portugal tersebut. "Apa yang bisa saya katakan tentang Vitinha? Dia luar biasa, dia mengendalikan bola di saat paling penting. Dia efektif dalam menyerang dan bertahan, dia pemain yang luar biasa. Banyak yang mengkritik saya saat memainkannya sebagai nomor 6. Dia bisa bermain di semua posisi karena memiliki kualitas tinggi. Namun, kita harus berbicara tentang seluruh tim. Kami bermain dengan cara yang sama di laga tandang maupun di Parc des Princes," kata Luis Enrique.

Kemenangan ini membuat posisi PSG di klasemen semakin kokoh. Berbeda dengan musim lalu, kini PSG menjalani fase liga dengan tenang setelah menyapu bersih tiga kemenangan dari tiga laga. Juara bertahan ini membuktikan status mereka dengan performa yang meyakinkan.

Pelatih Bayer Leverkusen, Kasper Hjulmand, harus menerima kekalahan perdana sejak menangani klub pada awal September. Menurut Kasper Hjulmand, lawan mereka tampil terlalu tangguh. "Paris adalah tim yang fantastis, dengan para pemain yang bermain kompak dan memiliki level yang luar biasa," aku Kasper Hjulmand setelah pertandingan.

Luis Enrique menegaskan bahwa PSG tidak akan menurunkan target mereka musim ini. "Sangat sulit melihat sebuah tim yang berusaha memenangkan segalanya. Kami melakukannya tahun lalu, tahun ini kami ingin memenangkan segalanya lagi. Ini akan sangat rumit, tetapi kami memiliki kepercayaan diri dari tahun lalu," tutup Luis Enrique.

// TOPICS
#psg #liga_champions #luis_enrique #bayer_leverkusen #vitinha
Jurnalis Senior - Spesialis Sepak Bola Prancis & PSG

Gayanto Hidayat adalah jurnalis sepak bola senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun meliput perkembangan sepak bola Eropa, khususnya Ligue 1 dan Paris Saint-Germain. Keahliannya dalam menganalisis taktik, performa pemain, dan dinamika transfer menjadikannya rujukan utama bagi penggemar sepak bola Indonesia yang ingin mengikuti perjalanan Désiré Doué dan PSG. Telah meliput berbagai pertandingan penting seperti Ligue des Champions, Derby de France, dan wawancara eksklusif dengan para pemain.